+62 24-7474750 / +62 815-7565-3684 prodis1peternakan@gmail.com

Sejarah

Sejarah Fakultas Peternakan dan Ilmu Pertanian Universitas Diponegoro

Pada tahun 1962 Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Prof. Dr. Ir. Thojib Hadiwidjaja menyarankan kepada Rektor Universitas Diponegoro Bapak Soedarto untuk mendirikan Fakultas Peternakan. Gagasan ini muncul dari kesadaran bahwa Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi peternakan yang besar yang harus dikembangkan.

Saran ini ditanggapi oleh Bapak Soedarto selaku Rektor Universitas Diponegoro yang kemudian melakukan pendekatan ke berbagai pihak. Selang beberapa waktu, Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro dibentuk dengan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 37 Tahun 1963.

Berkat keseriusan Panitia dan dukungan dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta, maka dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 75 Tahun 1964 tanggal 17 Juli 1964 Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro berdiri pada bulan September. 1, 1964.

pada tahun 1968 Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro dikembangkan dengan membuka Jurusan Perikanan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 44 Tahun 1968 tanggal 8 Oktober 1968. Dengan demikian Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro telah dua departemen, yaitu Departemen Peternakan dan Departemen Perikanan. Sejak 17 Agustus 1974, nama Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro resmi berubah menjadi Fakultas Peternakan dan Perikanan dengan tiga Jurusan (masing-masing mengelola satu program studi sarjana), yaitu: (1) Jurusan Nutrisi dan Pakan, (2) Dinas Peternakan, dan (3) Dinas Perikanan (Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0551/0/1983 tanggal 8 Desember 1983).

Kemudian mulai tahun 1994 dengan berdirinya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Peternakan hanya memiliki dua jurusan, yaitu: (1) Jurusan Nutrisi dan Pakan Ternak dan (2) Jurusan Produksi Peternakan.

Pada tahun 2009 dan seterusnya Fakultas Peternakan membuka program studi baru yaitu Program Studi Sarjana Peternakan, sebagai akibat dari Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 163/DIKTI/Kep/2007 tanggal 29 November 2007 yang mengharuskan empat program Sarjana sebelumnya (Program Sarjana Nutrisi dan Pakan Ternak, Program Sarjana Peternakan, Program Sarjana Sosial Ekonomi Peternakan dan Program Sarjana Teknologi Hasil Peternakan) di Fakultas Peternakan untuk digabungkan menjadi satu program studi yaitu Program Sarjana Ilmu Hewan.

Penggabungan empat program Sarjana menjadi satu program Sarjana Peternakan telah menyebabkan inefisiensi sumber daya manusia, khususnya dosen. Untuk meningkatkan efisiensi fakultas, dilakukan pengembangan program studi non peternakan di Fakultas Peternakan dengan konsekuensi perubahan nama fakultas. Perubahan nama Fakultas Peternakan menjadi Fakultas Peternakan dan Ilmu Pertanian telah mendapat persetujuan Senat Universitas melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 724/SK/UN7/2011 tanggal 8 Desember 2011.

Selanjutnya SK Rektor Universitas Diponegoro Nomor 312/SK/UN7/2012 tanggal 30 Mei 2012 menetapkan Penggabungan Jurusan Produksi Peternakan dan Jurusan Nutrisi dan Pakan Ternak menjadi Jurusan Ilmu Peternakan, dan berdirinya Jurusan Pertanian pada Fakultas Peternakan dan Ilmu Pertanian Universitas Diponegoro.