+62 24-7474750 / +62 815-7565-3684 prodis1peternakan@gmail.com

Tiga Srikandi Program Studi S1 Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan magang dan penelitian di Balai Embrio Ternak (BET) Bogor, Jawa Barat. Sebagai satu-satunya instansi pemerintah yang berfokus pada pembibitan ternak melalui teknologi transfer embrio. BET menjadi laboratorium lapangan yang ideal untuk mengkaji berbagai faktor yang mempengaruhi produktivitas embrio sapi donor.

Kegiatan ini dijalankan oleh tiga Srikandi : Alya Karunia Putri, Asma Fairuz Zakiyya, dan Shofi Aulia Ummah. Ketertarikan mereka terhadap bioteknologi reproduksi ternak dilatarbelakangi oleh urgensi nasional untuk memenuhi permintaan protein hewani yang terus meningkat, di mana teknologi reproduksi berperan krusial.

“Kami belajar tentang teknologi transfer embrio yang merupakan generasi kedua bioteknologi reproduksi setelah inseminasi buatan (IB)”, ujar Shofi, salah satu anggota tim Undip, “Teknologi ini menjadi terobosan strategis untuk mempercepat peningkatan mutu genetik dan populasi sapi potong dan perah unggul di Indonesia”, tambah Fairuz, anggota tim Undip yang lain.

”Selama periode kegiatan, mahasiswi terlibat langsung dalam rantai kerja produksi embrio. Aktivitas dimulai dari seleksi ternak donor, produksi embrio in vivo dan in vitro melalui ovum pick up, dilanjutkan dengan evaluasi dan grading kualitas embrio di laboratorium. Data produksi seperti jumlah embrio, kualitas embrio, respon rate dan recovery rate di catat secara sistematis sebagai bahan analisis untuk penelitian” tutur Deasy Zamanti, S.Pt., M.Si., Kepala BET Cipelang.

“Pengamatan, faktor-faktor seperti pakan, manajemen pemeliharaan dan ketepatan treatment merupakan faktor kritis yang sangat mempengaruhi produktivitas embrio”, ajar Fahrudin Darlian, S.Pt., M.Pt., Pengawas Bibit Ternak BET Cipelang.

“Diskusi interaktif dengan staf ahli di BET memberikan insight bahwa keberhasilan TE adalah sinergi antara genetik unggul, manajemen pemeliharaan presisi, dan keterampilan teknis. Kegiatan ini, diharapkan data yang dikumpulkan dapat berkontribusi pada penelitian lebih lanjut untuk optimasi produktivitas embrio”, ujar Ir. Daud Samsudewa, S.Pt., M.Si., Ph.D., IPM, Dosen pembimbing ketiga mahasiswa tersebut.

“Kegiatan magang dan penelitian ini tidak hanya memperkaya kompetensi teknis mahasiswi, tetapi juga menjadi jembatan antara teori di kelas dengan kompleksitas penerapan di lapangan. Pengalaman ini sejalan dengan visi prodi peternakan UNDIP untuk mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan IPTEK. Semoga kolaborasi antara akademisi dan instansi riset seperti ini terus terbina untuk memajukan peternakan Indonesia”, ujar Ir. Rudy Hartanto, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., Ketua Program Studi S1 Peternakan FPP Undip.

“Ucapan terima kepada Balai Embrio Ternak atas kesempatan dan bimbingannya, serta kepada Dosen Pembimbing dan Program Studi S1 Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro atas kesempatan dan pendampingan yang diberikan”, pungkas Alya, salah satu anggota Tim Undip.